Selasa, 12 April 2016

Pengertian Fisioterapi


APAKAH ITU FISIOTERAPI?

Menurut KEPMENKES 1363Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang  ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.

Fisioterapis secara khusus memandang tubuh dan kebutuhan potensi gerak merupakan pusat penentuan diagnosis dan strategi intervensi dan konsiten dengan bentuk apapun dimana praktek fisioterapi dilakukan.
Bentuk pelayanan Fisioterapi akan sangat bervariasi dalam hubungannya dengan dimana Fisioterapi bekerja maupun berkenaan dengan promosi, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan

APAKAH YANG DIKERJAKAN FISIOTERAPI?

Fisioterapi mengenali dan memaksimalkan potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup promosi, prevensi, penyembuhan dan pemulihan.
Fisioterapi ikut dalam interaksi antara Fisioterapis, pasien atau klien, keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan dalam proses pemeriksaan potensi gerak dalam upaya penegakan goal dan tujuan pengobatan yang disepakati dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan Fisioterapi yang unik
Di sebutkan dalam KEPMENKES 1363 Pasal 12
Fisioterapis dalam melaksanakan praktik fisioterapi berwenang untuk melakukan ;
a.         Asesmen fisioterapi yang meliputi pemeriksaan dan evaluasi
b.         Diagnosa fisioterapi
c.         Perencanaan fisioterapi
d.         Intervensi fisioterapi
e.         Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen.

Asesmen
Asesmen termasuk pemeriksaan dan evaluasi pada perorangan atau kelompok, nyata atau yang berpotensi untuk terjadi kelemahan, keterbatasan fungsi, ketidakmampuan atau kondisi kesehatan lain dengan cara pengambilan perjalanan penyakit (history taking), skreening, test khusus, pengukuran dan evaluasi dari hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesa dalam sebuah proses pertimbangan klinis.
Pemeriksaan terhadap individu atau kelompok dengan mengambil, gangguan aktual atau potensial, keterbatasan fungsional, cacat, atau kondisi lain kesehatan oleh :
·         History Taking
·         Screening (penyaringan)
·         Penggunaan Test Khusus
·         Tindakan
Evaluasi hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesis dalam proses penalaran klinis.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan dan evaluasi dan menyatakan hasil dari proses pertimbangan/pemikiran klinis, dapat berupa pernyataan keadaan disfungsi gerak, dapat meliputi/mencakup kategori kelemahan, limitasi fungsi, kemampuan atau ketidakmampuan.
Menunjukkan / mengekpresikan adanya disfungsi gerak dan dapat mencangkup
–        Gangguan / kelemahan (impairment),
–        Limitasi Fungsi (functional limitations),
–        Ketidakmampuan (disabilities ),
–        Sindroma ( syndromes ).

Perencanaan
Perencanaan dimulai dengan pertimbangan kebutuhan intervensi dan biasanya menuntun kepada pengembangan rencana intervensi, termasuk hasil sesuai dengan tujuan yang terukur yang disetujui pasien/klien, famili atau pelayan kesehatan lainnya. Dapat menjadi pemikiran perencanaan alternatif untuk dirujuk kepada pihak lain bila dipandang kasusnya tidak tepat untuk fisioterapi.

Intervensi
Intervensi di-implementasikan dan dimodifikasikan untuk mencapai tujuan yang disepakati dan dapat termasuk penanganan secara manual; peningkatan gerakan; peralatan fisis, peralatan elektroterapuetis dan peralatan mekanis; pelatihan fungsional; penentuan bantuan dan peralatan bantu; instruksi dan konseling; dokumentasi dan koordinasi, komunikasi.
Intervensi dapat juga ditujukan pada pencegahan ketidak-normalan (kelemahan), keterbatasan fungsi, ketidakmampuan dan cidera, termasuk juga peningkatan dan pemeliharaan kesehatan , kualitas hidup, kebugaran segala umur dan segala lapisan masyarakat.
Perencanaan Prosedur dari intervensi harus mengacu kepada :
•         Hasil assesment ( pemeriksaan dan evaluasi ), serta diagnosa.
•         Prognosis yang berhubungan peningkatan kondisi
•         Rencana asuhan Fisioterapi, misalnya intensitas, frekwensi, durasi, urutan dll.
•         Selain itu dipertimbangkan komplesitas dan berat-ringannya kondisi klinis
•         mempertimbangkan kemampuan pasien/klien
•         Harapan pasien/klien, famili

Dalam melakukan intervensi sendiri, fisioterapi harus melakukan :
•         Koordinasi, Komunikasi, dan Dokumentasi
•         Pasien / clien harus melakukan yang diinstruksikan oleh fisioterapi
•         Prosedur Intervensi
Fisioterapi terlibat dalam program-program skreening dan pencegahan, pendidikan kesehatan maupun penelitian. Fisioterapis dapat menjadi konsultan pada lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan dan sosial yang berkenaan dengan perawatan kesehatan.
Secara luas, tindakan fisioterapis adalah tanggung jawab fisioterapis secara individu, yang disertai oleh keputusan profesi mereka yang tidak dapat dikontrol atau dikompromikan oleh pegawai, orang dari profesi lain atau lainnya.
Sebagai pembatasan otonomi profesi yang benar, profesi fisioterapi mempunyai tanggung jawab yang berkesinambungan untuk  mengaturan diri (self regulating)


STANDAR PENDIDIKAN FISIOTERAPI
Pendidikan untuk menjadi fisioterapis dipusatkan pada universitas atau studi lain setingkat universitas, minimum 4 tahun independen dan diakreditasi sebagai standar sarjana penuh secara hukum dan diakui profesinya.

STANDAR PRAKTEK FISIOTERAPI
A.   Pernyataan misi, maksud dan tujuan
B.    Perencanaan pengorganisasian
C.   Kebijakan prosedur
D.  Administrasi
E.    Pengelolaan Anggaran
F.    Peningkatan kuantitas asuhan
G.  Ketenagaan
H.  Pengembangan Staf
I.       Penataan sarana dan prasarana
J.      Kolaborasi multidispilner

Standar Asesmen yaitu pemeriksaan pada perorangan atau kelompok, nyata atau yang berpotensi untuk terjadi kelemahan, keterbatasan fungsi, ketidakmampuan atau kondisi kesehatan lain dengan cara pengambilan perjalanan penyakit (history taking), skreening, test khusus, pengukuran dan evaluasi dari hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesa dalam sebuah proses pertimbangan klinis. Dalam standar Asesmen ditetapkan pula 24 pengukuran yang dilakukan untuk proses pengumpulan data.
Standar Diagnosa berupa label mengambarkan keadaan multi dimensi pasien yang dihasilkan dari pemeriksan dan evaluasi dan merupakan hasil dari alasan-alasan klinis yang dapat menunjukkan adanya  disfungsi gerak dan dapat mencangkup gangguan/kelemahan(impairment), Limitasi Fungsi (functional limitations), Ketidakmampuan (disabilities ),Sindroma ( syndromes), Mulai dari sistem sel, dan biasanya pada level sistem gerak dan fungsi.
Standar Perencanaan dimulai dengan pertimbangan kebutuhan intervensi dan biasanya menuntun kepada pengembangan rencana intervensi, termasuk hasil sesuai dengan tujuan yang terukur yang disetujui pasien/klien, famili atau pelayan kesehatan lainnya. Dapat menjadi pemikiran perencanaan alternatif untuk dirujuk kepada pihak lain bila dipandang kasusnya tidak tepat untuk fisioterapi.
Standar Intervensi yaitu Intervensi di-implementasikan dan dimodifikasikan untuk mencapai tujuan yang disepakati dan dapat termasuk penanganan secara manual; peningkatan gerakan; peralatan fisis, peralatan elektroterapuetis dan peralatan mekanis; pelatihan fungsional; penentuan bantuan dan peralatan bantu; instruksi dan konseling; dokumentasi dan koordinasi, komunikasi.
Standar evaluasi yaitu keharusan untuk evaluasi kembali meliputi hasil dan kriteri penghentian tindakan.
Standar Dokumentasi, Kordinasi dan komunikasi yaitu sistem administrasi yang menjamin pasien/klien menerima kualitas pelayanan yang tepat, komprehensif, efisien dan efektif mulai dari kedatangan sampai selesai. Koordinasi adalah kerja sama semua bagian yang tersangkut dengan pasien/klien Komunikasi adalah adanya pertukaran informasi baik dengan pasien/klien maupun sesama pemberi pelayanan. Dokumentasi adalah pencatatan yang dibuat selama pasien/klien mendapat asuhan Fisioterapi. 
Pendidikan pasien adalah proses pemberian informasi, pendidikan, atau pelatihan kepada pasien/klien/famili. Instruksi berkaitan dengan kondisi saat ini, rencana asuhan, pentingnya asuhan, transisi perubahan, Faktor resiko, dll. Fisioterapis bertanggung jawab atas instruksi-instruksi.

KODE ETIK FISIOTERAPI
Garis Besar Kode Etik Fisioterapi Indonesia adalah :
1.   Menghargai hak dan martabat individu.
2. Tidak bersikap diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada siapapun yang membutuhkan.
3.  Memberikan pelayanan profesional secara jujur, berkompeten dan bertanggung jawab.
4. Mengakui batasan dan kewenangan profesi dan hanya memberikan pelayanan dalam lingkup profesi fisioterapi.
5. Menjaga rahasia pasien/klien yang dipercayakan kepadanya kecuali untuk kepentingan hukum/pengadilan.
6. Selalu memelihara standar kompetensi profesi fisioterapi dan selalu  meningkatkan pengetahuan/ketrampilan.

7.   Memberikan kontribusi dalam perencanan dan pengembangan pelayanan untuk meningkatkan derajat kesehatan individu dan masyarakat.

Sumber:

Nikah Itu Untuk Bahagia; Bukan Pamer di Sosial Media


Musim nikah (udah kaya duren, ada musimnya) adalah musim kebahagiaan untuk pasangan mempelai dan dua keluarga yang dipersatukan. Tapi seperti siang pasti ada malam. Sama halnya bahagia, pasti ada yang bersedih melihat orang lain bahagia. Yaitu mantan yang pernah bahagia bersama dia yang sekarang bahagia dengan yang lain. Tinggal itung aja dah, berapa mantan yang pernah dimiliki. Mudah-mudahan tidak melebihi tamu undangan yang hadir, agar tidak ada asosiasi mantan-mantan bahagia. 

Pasangan yang baru merasakan manisnya pernikahan biasanya sering share-share foto pernikahan, foto pre-wedding, foto akad, foto resepsi, foto makanan tamu, foto parkiran resepsi, foto mantan yang dateng manghadiri undangan. Mungkin maksudnya untuk membagi kebahagiaan ke semua orang, termasuk mantan, para temen yang jomblo, termasuk emak gua yang sudah bisa main facebook. Semua bahagia kan, termasuk gua yang semakin bingung nyari alesan apalagi kalau ditanya kapan mau nikah.

Bahagia itu urusan perasaan, bukan kelihartan banyak orang. Bahagia itu adalah sesuatu yang harus disyukuri, bukan untuk dipamerkan. Khawatir ada yang mendoakan kurang baik dan mengurangi kebagaiaan kita. Dan menjaga hati-hati yang masih sendiri karena belum mendaptkan yang dinanti.

Kita tidak akan tau kedepannya seperti apa, karena dalam hidup semua memiliki kemungkinan. Mungkin suami ada yang suka dan rela jadi bini kedua setelah lihat fotonya yang gagah. Mungkin bisa jadi mantan, setelah banyak foto yang di upload.

Yang pasti, rendah hati itu sangat dihargai walaupun kita mampu untuk melakukannya. Menghargai perasaan dan keadaan orang, akan membuat kita terlihat simpatik dan mengundang doa-doa baik. Karena kita hanyalah anak manusia yang mencoba belajar mencintai tanpa melupakan takdir. Belajar untuk menciptakan kebahagiaan tanpa anda yang terluka. 

Sumber:

Minggu, 10 April 2016

Renungan Kocak; Ke-Anehan Indonesia


Suatu waktu di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ada pertemuan yang mengklasifikasikan bangsa-bangsa di dunia berdasarkan bicara dan kerjanya.

Setelah bersidang untuk menelaah semua informasi yang terkait, maka dibagilahbangsa-bangsa di dunia ini menjadi empat kelompok.

Kelompok pertama; yang sedikit bicara sedikit kerja (Negara-negara Afrika)

Kelompok kedua; yang sedikit bicara banyak kerja (Jepang, Korea, Cina)

Kelompok ketiga; yang banyak bicara banyak kerja (Amerika dan Eropa Barat)

Kelompok keempat; yang banyak bicara sedikit kerja (India, Pakistan, Bangladesh)

Delegasi Indonesia protes kok tidak masuk dalam kelompik manapun?Maka PBB kembali bersidang untuk meletakkan posisi Indonesia dimana. 

Setelah menganalisis berbagai sumber yang valid, meka mereka mengambil kesimpulan bahwa memang Indonesia tidak masuk dalam empat kelompok tersebut.

Mengapa?

Karena ternyata orang Indonesia “lain yang dibicarakan, lain yang dikerjakan”Coba diamati kebenarannya!!!

Kamis, 07 April 2016

Renungan; Lilin dari Si Miskin

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah Ayat 2)


--o0o--

Terdapat seorang gadis yang menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakannya terdapat rumah seorang ibu miskin dengan dua anaknya.
Suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur untuk mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kontrakannya...
Ternyata yang datang adalah seorang anak miskin dari ibu di sebelah rumahnya. Anak itu bertanya dengan risau, "Kakak punya lilin tidak?" gadis itu berfikir, dibenaknya tertanam kata “JANGAN PINJAMKAN, nanti akan menjadi kebiasaan untuk terus-menerus meminta.”
Maka si gadis menjawab, "TIDAK ADA!”. Lalu si anak miskin berkata lembut dengan senyum manis dan polos di bibirnya, “Saya sudah duga kakak tidak punya lilin, ini ada dua lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin.”
Si gadis yang merasa bersalah lantas menagis tersedu-sedu, dengan linangan air mata dia memeluk anak kecil itu erat-erat dan berkata, “Subhanallah, maafkan saya wahai adik.”

--o0o--

Jangan menilai keburukan orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU, INGAT…!!! Kekayaan tidak bergantung pada seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa kita mampu untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, tidak peduli miskin maupun kaya.

Miskin bukan berarti tidak punya apa-apa, dan kaya bukan berarti punya segalanya. Mungkin hari ini kita diatas tanah, tapi suatu saat kita pasti akan berada didalamnya. Hidup hanya sekali, maka usahalah untuk tidak hanya menjadi manusia sukses, tapi juga bernilai.


Diriwayatkan dari Musadad, diriwayatkan dari  Mu’tamar, dari Anas. Anas berkata: Rasulullah bersabda: Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Anas berkata: Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya."

Wallahualam Bishawab

Sengsara Membawa Berkah



Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Bunyinya: "Hasan, Bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut.
Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, dating satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"
Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."
Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

--o0o--

Makna dari cerita ini silahkan simpulkan sendiri

Ayam vs Manusia




VS




Anak ayam bertanya pada induknya..
Anak Ayam: "Mak, kita semua kok namanya sama, yaitu ayam. Nggak kayak manusia, masih kecil udah punya nama; Ucok, Bedol, Budi, Andi, dll.

Induk Ayam: Nak! Manusia yang masih hidup namanya memang banyak, tapi nanti kalau sudah meninggal namanya cuma satu, yaitu MAYAT, beda dengan kita.
Kita kalau sudah mati baru namanya banyak, ada Ayam Goreng, Ayam Bakar, Ayam Pop, Ayam Penyet, Sate Ayam, Opor Ayam, Gulai Ayam, Rendang Ayam, dan banyak lagi.

--o0o--

Cerita kocak dan humor di atas setidaknya menjadi bahan renungan untuk kita semua bahwa siapapun kita, apapun yang kita punya, dimanapun kita tinggal, kapanpun kita meninggal, maka semuanya hanya tinggal satu nama, "MAYAT"
Sudahkah kita bersiap untuk mendapat gelar tersebut? yang cepat atau lambat pasti akan tersemat menggantikan nama indah, nama besar, dan nama keren kita.
Mari memulai dengan Bismillah, semangat dalam memperbaiki diri hingga tiiba waktunya kita di wisuda oleh Malaikat Maut untuk menjadi bagian dari Sarjana bergelar "MAYAT"

Ibadah vs Akhlak


Wahai Syaikh..!! Ujar seorang pemuda, "Manakah yang lebih baik, seorang Muslim yang banyak ibadahnya tetapi akhlaknya buruk ataukah seorang yang tidak beribadah tapi amat baik perangainya kepada sesama..??"

"Subhanallah, keduanya baik", ujar Syaikh sambil tersenyum.

"Mengapa bisa begitu?", lanjut si pemuda,

"Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi kelak akan dibimbing oleh Allah untuk berakhlak mulia bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik perilakunya itu boleh jadi kelak akan dibimbing oleh Allah untuk semakin taat kepada-Nya."

"Jadi siapa yang lebih buruk?" desak si pemuda,

Air mata mengalir di pipi sang Syeikh, lalu beliau menjawab "Kita Anakku.. Kitalah yang layak disebut buruk sebab kita gemar sekali menghabiskan waktu untuk menilai orang lain dan melupakan diri kita sendiri."

Beliau terisak-isak, "Padahal kita akan dihadapkan pada Allah dan ditanya tentang diri kita, bukan tentang orang lain."

Wallahu'alam Bishawab..